Kamis, 07 September 2017
04. Fomous Food
Kapurung
Kapurung adalah salah satu makanan khas masyarakat daerah Luwu (Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur), provinsi Sulawesi Selatan, sekitar 400 kilometer sebelah utara kota Makassar. Makanan ini terbuat dari tepung sagu, bahan makanan yang sebenarnya bukan merupakan favorit saya (kalau tak mau dibilang tidak suka) dan mungkin kebanyakan orang Indonesia yang memfavoritkan beras.
Kapurung dimasak dengan campuran ikan, atau udang, atau daging ayam (atau campuran ikan udang ayam) dengan aneka sayuran segar yang membuatnya bergizi tinggi. Meski makanan tradisional, Kapurung semakin populer karena disajikan dengan profesional dan mewah. Selain ditemukan di warung-warung khusus di Makassar juga telah masuk ke beberapa restoran, bersanding dengan makanan modern. Saking populernya, tak jarang kita dengar ada "acara kapurung", makan kapurung di kantor pemerintahan dan swasta, atau arisan ibu-ibu se RT RW. Acara kapurung ini akan lebih menguatkan ikatan tali persaudaraan diantara para karyawan dan masyarakat. Di daerah asalnya (Luwu) sendiri nama Kapurung ini sering juga di sebut Pugalu.
Sejarah kapurung
Kapurung merupakan masakan tradisional masyarakat dari Tanah Luwu. Sejak dulu, kawasan itu menjadi ladang yang subur buat tanaman sagu. Produksi sagu Luwu dan sekitarnya mencapai 25.000 ton per tahun. Tidak mengherankan, kawasan itu melahirkan banyak olahan makanan berbahan sagu, termasuk kapurung.
Awalnya, kapurung hanyalah makanan selingan, terutama di musim kemarau, lama-kelamaan menjadi makanan utama. Dari Tanah Luwu, kelezatan kapurung dan masakan Luwu lainnya lantas menular jauh ke Kota Makassar. Dulu, penikmat kapurung belum banyak. Pasalnya, orang Makassar belum akrab dengan kapurung. Sekitar tahun 2008-an kemudian barulah warung di Makassar ramai. Sekarang, orang kadang harus antre untuk makan kapurung di warung recomended.
Keistimewaan Kapurung
Kapurung berbahan baku sagu dan mempunyai kuah kuning encer yang rasanya asam menyegarkan. Dari segi penampilan masakan ini mengingatkan kita pada Papeda, makanan khas Papua yang juga berbahan baku sagu. Sebagai sebuah hidangan, kandungan nutrisi dalam Kapurung terbilang cukup lengkap. Di dalamnya terdapat karbohidrat dari sagu, vitamin dan serat dari aneka sayuran, dan protein hewani. Sayuran yang digunakan antara lain kacang panjang, tomat, bayam, jagung, dan yang paling unik: jantung pisang. Sementara sumber proteinnya berasal dari ikan, udang, dan ayam.
Untuk bumbunya ada cabai, bawang putih, kacang tanah, kunyit, garam, dan asam patikala (atau buah kecombrang). Semua bumbu tersebut dihaluskan. Kacang tanah dan kunyit memberi citarasa gurih dan warna kuning keruh pada kuah Kapurung. Sedangkan asam patikala merupakan komponen terpenting yang memberi citarasa asam segar yang khas. Ada juga yang menambahkan irisan mangga muda ke dalam Kapurung.
Kapurung hanya enak dinikmati saat masih panas. Jika masakan itu dingin, rasanya berubah. Kuahnya pun menjadi lebih kental lantaran sagu yang ada di dalamnya pelan-pelan membeku. Karena itulah, menu itu baru dimasak mendadak saat ada pesanan. Jadi jangan heran kalau penyajian kapurung di warung recomended lumayan lama, sekitar 15 menit. Hal ini karena masakan kapurung baru dibuat saat ada pemesan, sehingga masakan kapurungnya sangat segar. Kalau lagi lapar gila, jangan ke warung kapurung recomended, niscaya emosi makin meninggi karena penyajian yang lama.
Resep membuat Kapurung
500 g. Dada ayam, dibakar sedikit, suwir-suwir, sisihkan.
Sayur-sayuran (secukupnya) : Kangkung/daun pakis/daun mandrak/daun labu/daun katuk Jantung pisang, diiris tipis. Kacang panjang, dipotong-potong. Jagung, disisir
.
Bumbu (sesuai selera) : garam, cabe rawit hijau, tomat rebus, semua diulek halus 5-6 buah jeruk limau, dibelah, peras airnya
Cara Memasak :
Didihkan air panas, masukkan semua sayuran dan ayam yang sudah disuwir, rebus sampai matang. Sementara itu, siapkan tepung sagu kira-kira segelas, terus dicairkan dengan air dua gelas, aduk sampai halus, sisihkan di dalam baskom. Didihkan air panas dan langsung dimasukan ke cairan sagu tadi jangan diaduk, sampai menyatu semua tunggu sampai permukaannya memutih, baru diaduk-aduk sampai menyatu semua, tandanya adalah adonan berbentuk seperti dodol.
Siapkan baskom lain, isi air dingin 1/4 baskom, Bulatkan adonan sagu dengan menggunakan sendok, setiap bulatan dimasukan ke baskom berisi air dingin. Jika sayur dan ayam sudah matang, masukan bumbu halus ke dalam panci sayur, aduk rata, masukan juga air jeruk limau sesuai selera, aduk sekali lagi, matikan api. Masukkan sayuran dan daging ayam ke dalam baskom yang berisi adonan sagu, aduk rata. Siap dihidangkan.
http://lapargila.blogspot.co.id/2015/10/kapurung-nikmatnya-masakan-sagu-khas.html?m=1
PAPEDA
Papeda adalah makanan berupa bubur sagu khas Maluku dan Papua yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit. Papeda berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang tawar. Papeda merupakan makanan yang kaya serat, rendah kolesterol dan cukup bernutrisi.
Sejarah Papeda
Di berbagai wilayah pesisir dan dataran rendah di Papua, sagu merupakan bahan dasar dalam berbagai makanan. Sagu bakar, sagu lempeng, dan sagu bola, menjadi sajian yang paling banyak dikenal di berbagai pelosok Papua, khususnya dalam tradisi kuliner masyarakat adat di Kabupaten Mappi, Asmat, hingga Mimika. Papeda merupakan salah satu sajian khas sagu yang jarang ditemukan. Antropolog sekaligus Ketua Lembaga Riset Papua, Johszua Robert Mansoben, menyatakan bahwa papeda dikenal lebih luas dalam tradisi masyarakat adat Sentani dan Abrab di Danau Sentani dan Arso, serta Manokwari.
Papeda dibuat dari tepung sagu. Pembuatnya para penduduk di pedalaman Papua. Tepung sagu dibuat dengan cara menokok batang sagu. Pohon yang bagus untuk dibuat sagu adalah pohon yang berumur antara tiga hingga lima tahun. mula-mula pokok sagu dipotong. Lalu bonggolnya diperas hingga sari patinya keluar. Dari sari pati ini diperoleh tepung sagu murni yang siap diolah. Tepung sagu kemudian disimpan di dalam alat yang disebut tumang. Papeda biasanya disantap bersama kuah kuning, yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara dan dibumbui kunyit dan jeruk nipis.
Papeda merupakan makanan yang eksotis dan unik sehingga mulai dicari oleh petualang kuliner. Kini, papeda dapat ditemukan di beberapa restoran di Jakarta. Salah satu restoran yang menyediakan papeda sebagai menunya adalah Restoran Yougwa di kawasan Kelapa Gading yang merupakan cabang dari Restoran Yougwa cabang Danau Sentani, Jayapura.
http://makanan-indonesia.weebly.com/home/papeda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
07. Ingredient
Alpukat Buah alpukat atau dalam bahasa Inggris disebut avocado adalah buah yang sering diolah menjadi jus. Jus alpukat menjadi favori...
-
INGREDIENT WORTEL Berbagai catatan sejarah mengatakan bahwa wortel sudah dikenl abad pertama sebelum masehi, la...
-
JERUK Manfaat Buah Jeruk bagi Kesehatan. Vitamin C adalah sebutan pertama yang paling umum untuk buah satu ini. Buah jeruk memang ...
-
BAKSO Bakso adalah bola daging yang biasanya ditemukan pada masakan indoensia. Bakso pada umumnya dibuat dari campuran daging sap...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar