Kamis, 31 Agustus 2017

Fomous Food





Coto Makassar.

  Siapa yang tidak kenal dengan kuliner yang satu ini. yah, bila anda mengujungi kota makassar pasting sering mendapatkan makanan khas tradisionanl ini karena setiap sudut-sudut jalan kota makassar pasti anda akan menjumpainya, namun dari setiap penjualan coto makassar memiliki kuah coto yang berbeda-beda ada yang memakai santan, ada juga yang memakai air beras dan bahkan ada yang tidak memakai keduanya tergantug dari resep sipenjuall dan juga dari selera pembeli.
 Coto makasasar biasa juga disebut dengan coto mangkasara bagi warga lokal adalah kuliner khas kebanggaan orang-orang makassar, tak heran bila Garuda Indonesia menjadikan menu pilihan dalam penerbangan ke makassar.
  Coto makassar disebut-sebut sebagai masakan tertua karena sudah ada sejak zaman kerajaan Gowa pada abad ke-15. di sebut juga sebagai makanan bangsawan karena disajikan hanya untuk kalangan istana saja, beberapa sejarah memperlihakan bahwa coto makassar cikal bakal munculnya aneka soto dipulau jawa. lewat perdangan dan juga migrasi penduduk lokal, coto makassar bertransformasi menjadi beberara menu soto di pulau jawa.
  Coto makassar mempunyai kekhasan tersendiri berupa bumbu rempah serta kacang untuk bikin kuah kental dan juga proses pembuatannya menggunkan belanga ( panci dari tanah liat) yang dimasak menggunkan kayu bakar ditambah dengan racikan bumbu tradisional menambah rasa khas coto tersebut. ada 40 jenis rempah atau dalam bahasa makassar disebut rempah patangpulo, meliputi: kacang, kemiri, sereh, pala, foeli, cengkeh, lengkuas, merica, bawang putih, bawang merah, jintan, ketumbar merah, ketumbar putih, lombok keriting, gula talla, asam, kayu manis, garam, papaya muda untuk melembutkan daging, dan kapur untuk membersihkan jeroan. selain bumbu rempah patang pulo, truco juga digunkan sebagai bahan pelengkap rasa yang merupakan rempah yang berasal dari cina, jadi sangat jelas coto makassar merupakan hasil alkuturara antara kuliner nusantra dan kuliner cina.
  Selain daging sapi, jeroan juga merupakan bahan utamadari coto makassar, jeroan ini dapat berbentuk hati, limpa,jantung, usus dan lain-lai yang direbus lama lalu dipotong kotak-kotak dan disiram dengan kuah coto yang sudah di bumbui selanjutna ditaburi dengan bawang goreng dan irisan daun  bawang. dihindagkan dengan ketupat, burasa atau nasi putih.

Berikut resep coto makassar:
> Bahan dalam resep coto makassar:
-500gr Daging sapi
-500gr Babat
-200gr Jantung sapi
-300gr Hati sapi
> Bumbu utnuk memasak coto makassar
-2cm     Jahe
-4cm     Lengkuas
-5 btg    Sereh
-5 lmbr Daun salam
-250gr  Kacang tanah, digoreng lalu dihaluskan
-2500ml  Air beras mencuci beras
-1 sdm    Kaldu istan rasa sapi
-6 sdm     minyak sayur lalu beri garam dan gula
-10 siung Bawang putih
-10 siung Bwang merah
-10 biji    Cabe keriting
-100gr    Tauco, ditumis dengan 6 sendok minyak sayur lalu beri garam dan gula
-8 butir   Kemiri, sangrai
- 1 sdm   Ketumbar, sangrai
-1 sdt      Jintan, sangrai
-1 sdt      Merica butiran
> Pelengkap
-Bawang goreng
-Daun bawang, di iris-iris
-Daun seledri, di iris-iris
-Sambal tauco
-Ketupat
> Cara memasak coto makassar:
-Rebus daging sapi, babat,jatung dan hati, masukkan jahe, lengkuas, serai dan daun salam
-Setelah matang angkat dan tiriskan
-Potong-potong daging tersebut berbentuk kotak, sisihkan
-Lalu tumis semua bumbu yang sudah dihaluskan sampai matang ,angkat
-Masukan tumisan bumbu ke dalam kaldu, lalu masukan kacang tanah, masak kembali samapai mendidi
-Siapkan mangkuk laku masukkan daging yang sudah di potong-potong
-Tuangkan kuah lalu taburi bawang goreng, seledri dan irisan daun bawang goreng, seledri dan irisan daun bawang
-Sajikan beserta sambal taoco.
Ready to serve now

Sumber www.arwini.com,kabarnews.com,.lahiya.com

Rabu, 30 Agustus 2017

Visit Market

Hari ini saya berserta teman saya pergi ke pasar Maricaya, Jln vetran selatan. kami pergi ke pasar saat pulang kuliah karna mumpung ada waktu sebelum hari libur datang. kami juga bertanya harga-harga yang ada di pasar tersebut. ini harga yang kami tanya.

 ini harga-harga pasar yang ada di pasar maricaya. saya juga mengambil beberapa gambar selama di pasar tersebut.

ini saya yang lagi bertanya sambil mengambil gambar di pasar maricaya agak malu juga bertanya harga-harga di pasar tersebut.



Ini saya beserta teman saya waktu pertama kali dari di pasar maricaya
Sekian dari saya, yang mengujungi pasar hari ini

Jumat, 25 Agustus 2017

03. Fomous Food

Assalamualaikum. Selamat datang di blog saya, kali ini saya akan berbagai resep bagaimana cara membuat nasi padang. mari kita intip sebentar bagaimana sih nasi padang itu. Check it out !!!

Nasi Padang

Ini dia Kuliner Indonesia yang paling digemari oleh penduduk lokal maupun wisatawan mancanegara. Seolah tidak inggin melewatkan kenikmatan dari masakan asli dari Sumater Barat, mereka yang berkunjung ke Indonesia pun tidak pernah ingin melewatkannya. 
Sumatera Barat terkenal akan kuliner Khasnya yang mendunia. Kuliner Sumatera Barat dikenal dengan nama masakan Padang karena Sumatera Barat beribukota di kota padang menggunkan rempah-rempah yang kuat dan kelapa sebagai bumbu utama. kelapa dapat dicampur dalam bentuk parutan atau diambil santannya. Beberapa masakan padang juga menggunakan minyak kelapa sebagai bahan utama. Masakan Padang juga memiliki khas yaitu sayur daun singkong rebus dan gulai nangka. Salah satu Kulner khas ranah Minang yang sangat terkenal adalah rendang. Rendang terdiri dari dua macam, yakni rendang kering dan rendang basah. Masakan padang indentik dengan sajian lengkap tersebut dengan nasi hangat yang cocok dinikmati di berbagai waktu.

Belakangan ini juga ada turis Norwegia yang bernama Audun ini mencicipi Nasi Padang dan saking cintannya terhadap masakan khas indonesia yang mendunia ini sangat membuat lagu yang berjudul "Nasi Padang". Selain itu Nasi Padang jug terdapat masuk kedalam posisi daftar 50 makanan terlezat di dunia versi CNN. Karena bumbunya yang karya akan rempah, hampir tidak ada satupun orang yang bisa menolaknya.

Bahan-Bahan
500 gr daging sapi, potong pipih
1 butir kelapa parut halus 
750 ml air
4 nuah cabai merah, buang bijinya
3 buah cabai keriting
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 ruas jari lengkuas, memarkan
1 ruas jari kunyit
1 batang serai, memarkan
1 biji asam kandis
2 lembar daun jeruk
1 sdt garam
daun singkong, rebus dan gulai nangka secukupnya

Cara Membuat 
- Haluskan bumbu utama yaitu cabai merah, cabai keriting, bawang merah, bawang putih, jahe, dan kunyit, sisihkan.
- Siapakan wajan, masukan kelapa parut, dan bumbui halus, masak hingga mendidih.
- Masukan daging sapi, rebus hingga warna berubah.
- Masukan lengkuas, serai, asam, kandis, daun jeruk, dan garam, aduk hingga semua semua tercampur.
- Didihkan rendang sambil terus diaduk agar santan yang terbentuk tidak pecah.
- Rebus hingga air rendang menyusut dan rendang kering serta daung menjadi empuk, apabila air menyusut namun daging belum empuk, tambahkan lagi air secukupnya dan rebus hingga air menyusut.
- Sajikan rendang dengan sayur daun singkong rebus, gulai nangka, dan nasi hangat. tambahkan sambal bila suka.

Sumber: 
https://www.google.co.id/mp/blog.reservasi.com/8-kuliner-khas-indonesia-yang-terkenal-di-dunia/amp/#ampshare=http://blog.reservasi.com/8-kuliner-khas-indonesia-yang-terkenal-di-dunia/
http:///www.kerjanya.net/fag/13505-resep-masakan-padang-praktis-sederhana.html 



Visit Market

Ini kami yang pergi ke pasar

Di minggu ke empat ini, Tgl 25-Agustus 2017, saya berserta teman kelas saya pergi ke pasar sore cakalng,  di Jln Cakalang. perjalan kami ke pasar cakalang makan waktu sangat lama karna macet yang sangat panjang, kami bertanya tentang harga bahan-bahan makan yang ada di pasar cakalang tersebut.

Ini harga bahan-bahan yang ada di pasar sore cakalang 

Kami juga tidak hanya menyakan harga di pasar cakalang tapi kami juga mengambil gambar di tempat tersebut, inilah gambar yang saya berserta teman saya ambil.


Kami juga mengambil gambar bersama penjualnya.

Sekian dari kunjungan pasar saya di pasar sore cakalang

Kamis, 24 Agustus 2017

01. Ingredient

Kayu Manis

 Asal tanaman Cinnamonmun zeylanicum berasal dari sri lanka (mulanya disebut ceylon), sebelah tenggara india. Selain itu juga berasal dari india Barat Daya dan Bukti Tenasserim di Burma. Beberapa usaha telah dilakukan utnuk memindahkan pohon kayu manis ke bagian lain negara tropis, tapi hanya berhasil di Seychelles. Bagian tanaman yang digunakan Kulit kayu. Kualitas sensori sangat beraroma, manis, enak, hangat tapi agak pahit atau astringet.
  Komponen utama minyak esensial dari kuliat kayu manis (maks. 4%) didominasi oleh phenylpropanoids cinnamaldehyd (3-phenyl-acrolein, 65-75%) dan eugenol (4-(1-propene_3-yl)-2-methoxy-phenol,5-10%). Phenylpropanoids lainya (safrole, cinnamic acid esters), mono-dan sesquitepenes, meskipun hanya ada dalam jumlah sangat kecil, sangat berpengaruh terhadap rasa kayu manis. komponen dalam jumlah kecil yang lain berkaitan dengan kualitas adalah 2-heptanone (methyl-n-amyl-ketone). kadar kotoran di kulit kayu agak sedit (3%)
   Kayu manis merupakn rempah-rempah kuno yang disebutkan beberapa kali di kitab suci perjanjian lama, meskipun hanya dikenal di barat samapai abad ke-16. Dibandingkan dengan jenis kayu manis dari cina, kayu manis Ceylon mempunyai aroma yang lebih lembut dan merupakan kualitas yang dominan di pasar negara barat
Karena kayu manis berasal dari asia selatan,maka tidak heran kalau masakan dari sri lanka dan india sangat banyak menggunakannya. kayu manis cocok untuk kari daging sapi pedas dari sri langka dan nasi beraroma (biriyanis) dari masakan Emperial india Utara. Selain itu juga banyak digunakan untuk memberi aroma dan rasa pada teh. Kayu manis juga populer di banyak negara dimana persia atau arab berpengaruh: Asia Barat, Barat Daya dan tengah , Afrika Utara dan Timur. 
Meskipun kayu manis sangat populer di eropa pada abad ke 16 dan 18, namun sekarang kegunakannya agak berkurang: penggunaan utama kayu manis di makassar barat adalah untuk beberapa macam makanan penutup (desserts), sebagai contoh buah-buahan rebus, sering dibumbui dengn campuran cengkeh dan kayu manis. Namun, kayu manis jarang digunakan di masakan yang pedas.
Pucuk kayu manis adalah buah yang belum matang yang dipanen segera setelah berbunga: bentuknya mirip dengan cengkeh. pucuk kayu manis ini kurang beraroma dibandingkan dengan kulit kayunnya, meskipun demikian aromanya agak menarik: ringan, segar dan manis. untuk melepaskan aromanya agak menarik: pucuk kayu manis ini harus digiling sampai lembut. penggunakannya sebgai rempah-rempah hanya penting di daerah cina dan india (daerah kutch di gujrat)
Untuk proses penyimpanan simpa di daerh terbuka atau suhu ruangan.
http;//www.food-info.net/id/products/spices/cinnamon.htm


 Gula Merah
Adalah hasil olahan nira atau gula kelapa yang dibuat dalam bentuk padatan yang dicetak dengan tempurung kelapa atau bambu segingga bentuknya silindris. Mutu gula merah dapat ditentukan berdasarkan warna, bentuk, dan kekerasan. Gula merah mempunyai tekstur yang kompak, tidak terlalu keras, sehingga mudah dipatahkan. gula merah memiliki rasa manis dengan sedikit asam yang disebabkan karena adanya kandungan asam-asam organik di dalamnya. kandungan asam-asam organik inilah yang menyebabkan gula merah mempunyai aroma yang khas. Sedangkan untuk rasa manis dikarenakan adanya kandungan beberapa jenis gula seperti sukrosa, fruktosa, glukosa, dan maltosa. Gula merah juga sering di gunakan pada makann sebagai penggugah selera makan serta gula merah memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh manusia seperti vitamin A,B1,B2, dan C.
(http://darsatop.lecture.ub.ac.id/2016/03/gula-merah-kelapa/)

Kapulaga
Ditemukan tumbuh alamiah di daerah pengunungan Malabar, pantai barat india. karena laku di pasar dunia, Kemudian banyak ditanam di sri langka, Thailand, dan Guatemala. Di indonesia mulai dibudayakan sejak 1986. kabulaga sering di gunakan pada makanan sebagai penyedap makanan karena memilki aroma yang khas dan kabulaga juga di gunakan dalam pembuatn jamu.kabula mengandung minyak atsiri, sineol, terpineol, borneol, protein, gula lemak, silikat, betakamfer, sebinena,mirkena, mirtenal, karnoval, terpinil asetat, dan kersik. dari kandungan tersebut kabulaga memiliki khasiat sebagai obat batk. Kabulaga juga memilki khasiat untuk mencegah keropos tulang.
(http://www.agrijagrup.com/2010/08/sejarah-kabulaga.html)

08. Daily Report

Hari terakhir praktek di minggu ini. Dan hari ini kami prodak untuk jualan hari ini sampai besok.coklat banana roll, sandwich dan bread butter puding. tapi hari ini kamuli cuma menjual coklat banana roll dan sandwich.

 Jualan sandwich 
Jualan banana roll

Kami juga membagi kelompok ada yang prodak dan ada yang menjual. ini kami yang lagi prodak. 

 Inilah bread butter puding yang mau di masukan ke oven
Ini kami yang lagi prodak untuk jualan hari ini.

Kalau yang kelompok untuk jualan itu adalah mereka.

Mereka adalah kelompok yang bertugas untuk menjual.

Mereka berusaha menjual di semester 1.

Hari ini tidak ada presentasi karna sibuk untuk prodak hari ini dan besok. Karna telah selesai prodak dan menjual kami juga prepare buat besok. Semoga besok juga terjual sampai habis seperti hari ini.

Rabu, 23 Agustus 2017

Sejarah Nouvelle Cuisine


Nouvelle cuisine, ( French: “new cuisine”) eclectic style in international cuisine, originating in France during the 1960s and ’70s, that stressed freshness, lightness, and clarity of flavour and inspired new movements in world cuisine. In reaction to some of the richer and more-calorie-laden extravagances of classic French grande cuisine, nouvelle cuisine sought to emphasize the natural flavours, textures, and colours of foodstuffs. Citing the unhealthiness of a diet heavy in fats, sugars, refined starches, and salt, it minimized the use of those ingredients. Nouvelle cuisine was also influenced by the Japanese style of food presentation.

Origins and tenets

In the early 21st century, it was difficult to appreciate just how rigid the grande cuisine system of French chefs Marie-Antoine CarĆŖme and Auguste Escoffier had become by the mid-20th century. It was a highly regimented repertoire. Chefs could, and did, invent new dishes, but there was much reverence for the past and its rules for and techniques of food preparation. Indeed, the veneration of the past was so strong that younger chefs began to feel that their creativity was constrained.
By the 1960s a few young French chefs had started to take issue with the system. Many of them had trained with Fernand Point, a brilliant chef whose career began in the age of Escoffier but then took a different turn. Point developed his own experimental cuisine, anticipating the changes that his protƩgƩs would perfect. Ultimately, his role as a mentor for the next generation of chefs was more important than his own direct contributions.
Point’s former students began to experiment and abandon tradition, creating lighter menus, introducing lower-fat sauces and vegetable purees, borrowing ingredients from non-French cuisines, and plating dishes in the kitchen instead of at the table. Although those changes were controversial, by 1972 the innovations had been christened nouvelle cuisine.
Early influential figures in the nouvelle movement included Paul Bocuse, Michel GuĆ©rard, and the food critics Henri Gault and Christian Millau of Le Nouveau Guide. Gault and Millau, with their friend AndrĆ© Gayot, had founded the publication in 1969 to protest the Michelin guide, which they criticized as “a stubborn bastion of conservatism” that ignored “the new generation of French chefs who had guts.” The inaugural issue of Le Nouveau Guide featured a cover story on Bocuse, GuĆ©rard, Louis Outhier, Alain Senderens, and 44 other chefs under the headline “Michelin: Don’t Forget These 48 Stars!” Senderens, in fact, would famously “give back” the stars that Michelin had awarded his famed restaurant, Lucas Carton (now named Senderens), proclaiming, “I want to simplify my cooking, allow myself more liberty and reduce the average check.”
In 1973 Gault published “The Ten Commandments of Nouvelle Cuisine,” giving the movement a set of precepts that helped nouvelle cuisine reach a wider audience. The 10 commandments were:
  1. Thou shalt not overcook.
  2. Thou shalt use fresh, quality products.
  3. Thou shalt lighten thy menu.
  4. Thou shalt not be systematically modernist.
  5. Thou shalt nevertheless seek out what the new techniques can bring you.
  6. Thou shalt avoid pickles, cured game meats, fermented foods, etc.
  7. Thou shalt eliminate rich sauces.
  8. Thou shalt not ignore dietetics.
  9. Thou shalt not doctor up thy presentations.
  10. Thou shalt be inventive.

Critics

Many of the chefs championed by Gault and Millau quickly garnered respect and Michelin stars, but the new style drew fire from established French food critics, particularly La ReyniĆØre (also known as Robert Courtine), the prominent critic at the well-respected Paris daily newspaper Le Monde. Nouvelle cuisine was seen as a threat to French tradition and was often attacked on nationalist grounds. Senderens said that in 1978, when he introduced soy sauce into his cooking after a trip to China, “a food critic ripped me to shreds.” In 1979 sociologist Claude Fischler wrote an article for Le Monde titled “The Socrates of the Nouvelle Cuisine,” in which he subtly mocked the movement’s emphasis on letting ingredients express their true flavours:
“The artist in this field is no longer characterized by his overpowering authority, but rather by the opinionated modesty of an exponent of the maieutic art: In place of the cook as mercenary of the kitchen stove, we now have the Socratic cook, midwife at the birth of culinary truth.”
 

In the United States one of nouvelle cuisine’s chief critics was celebrity chef Julia Child, author of the best-selling Mastering the Art of French Cooking (1961) . Child saw the new movement as an affront to the logic and grandeur of French haute cuisine. She particularly disliked the nouvelle cuisine penchant for serving barely cooked meat and vegetables, which she believed did not properly develop the “essential taste” of the ingredients. She also accused Gault and Millau of “pushing the Nouvelle cuisine relentlessly” to the point of “browbeating” restaurants that did not embrace a nouvelle cuisine ethos.
Test Your Knowledge
Hedgehogs. Insectivores. Erinaceus europaeus. Spines. Quills. Close-up of a hedgehog rolled up.
Animal Jumble: Fact or Fiction?
Other American gastronomes shared Child’s wariness of the new movement. As renowned San Francisco cooking teacher Jack Lirio quipped to Newsweek in 1975, “Without butter, cream, and foie gras, what’s left of French cooking?”

Impact

Despite such criticism, the nouvelle movement took hold of the culinary landscape in France and spurred new trends in world cuisine. The extent of nouvelle cuisine’s impact is evident in a longitudinal study that followed roughly 600 elite French chefs (those with one or more Michelin stars) from 1970 through 1997. Northwestern University sociologist Hayagreeva Rao and his colleagues analyzed each chef’s top three signature dishes and found that, in 1970, 36 percent of the chefs had just one nouvelle-cuisine signature dish and 48 percent had none. By 1997 only 6 percent had none, and 70 percent were predominantly nouvelle cuisine (with two or more signature dishes in the nouvelle style). The study, published in 2003, concluded that nouvelle cuisine was a true social movement, not a mere culinary trend.
Nouvelle cuisine was clearly a successful revolution; it succeeded so well that by the early 21st century French cuisine was largely seen through its lens. High-end chefs made great dishes born in the prenouvelle years, but usually that work was a self-conscious throwback to an earlier age. Many long-cherished aspects of Escoffier’s grande cuisine, such as sauces made with meat extracts and thickened with flour-based roux, were discarded outright.

The nouvelle movement also fundamentally changed restaurants. Escoffier had championed service Ć  la Francaise, in which empty plates were set before each diner and waiters served and carved food at the table. Nouvelle cuisine featured plated dishes, assembled in the kitchen by chefs. The waiter simply set the prepared plate in front of the diner.
Yet in another sense, nouvelle cuisine was a rather limited revolution, because it was all about techniques and ingredients. The famous 10 principles of nouvelle cuisine championed by Gault and Millau all had to do with rather technical aspects of cooking—important to chefs and food critics who had been steeped in the traditions of la grande cuisine—that seemed quite ordinary in the 21st century. High-end food was, ultimately, still high-end food, just with a slightly different set of techniques.
Outside France, nouvelle cuisine had an enormous impact in some places and barely any in others, depending on the country and its local gastronomic culture. In the United States, nouvelle cuisine was deeply influential, helping to inspire “New American” cuisine. American chefs borrowed techniques from nouvelle cuisine, but more important than any single technique or principle was the idea of revolution itself. American chefs had not been steeped in la grande cuisine, so instead they rebelled against mass-produced uninspired food. Those chefs, including the likes of Alice Waters and Charlie Trotter, created a distinctive New American cuisine based on regional ingredients and food traditions but with a clear nod to nouvelle techniques.
  The same effect occurred in the United Kingdom, where a generation of “New British” chefs emerged, adamant that British food was not synonymous with bad food. Chefs such as Nico Ladenis, Marco Pierre White, Gordon Ramsay, and Fergus Henderson took principles of nouvelle cuisine and applied them in their own characteristic ways. With the help of a number of French expatriates—such as Albert and Michel Roux, Raymond Blanc, and Pierre Koffmann—those chefs took French nouvelle cuisine directly to British diners. As in the United States, that helped lead a movement toward higher-quality food and dining


In Spain, the effect of nouvelle cuisine was much more limited. It was clearly an inspiration for Spanish Basque chef Juan Mari Arzak, who created his own distinctive style that would later inspire other Spanish chefs. But throughout the 1960s and ’70s, Spanish food was largely unaffected by the developments in France.
Italy had even less of a reaction to the nouvelle revolution. In part, that was so because Italian cuisine had always been highly regional and did not have centralized standards. There was no set of oppressive grande cuisine rules to rebel against.

Legacy: New International and fusion cuisines

Over time, successive generations of nouvelle chefs carried forward the torch of culinary innovation, but in an evolutionary rather than revolutionary fashion. In part, that is because nouvelle cuisine carved out some notion of independence for the chef. Whereas Escoffier (and CarĆŖme before him) had explicitly sought to establish rules and conventions, nouvelle cuisine gave more leeway to the individual chef, so over time there were fewer strictures to rebel against. For example, JoĆ«l Robuchon, named “chef of the century” by Gault and Millau in 1989, was known for relentless perfectionism. His cuisine was nouvelle in the sense that it followed the 10 commandments, but at the same time it was clearly his own. Much the same could be said of FrĆ©dy Girardet, a self-taught Swiss master chef who was often listed as the best chef in the world. He too was clearly staying inside the boundaries of nouvelle cuisine but developing a unique repertoire.
What started as nouvelle cuisine has become one branch of what is called “New International” cuisine. Around the world, one can find national cuisines that were clearly inspired by the nouvelle movement, borrowing both cooking techniques and the general attitude of rebellion. That trend includes various innovative approaches to Asian cooking, or so-called fusion cuisine, which melds Asian spices and techniques within a Western nouvelle-inspired backdrop.
New and exotic ingredients have thereby found their way onto menus. Wagyu (well-massaged) beef and fish such as hamachi and toro (tuna belly) have always been found in Japanese restaurants, but in the 21st century they also can be found on the menu at a New International restaurant nearly anywhere in the world. Similarly, ostensibly Japanese restaurants now incorporate their own take on foie gras, jalapeƱo peppers, and other completely non-Japanese ingredients—yet another sign of the lingering influence of the nouvelle revolution.
( https://www.britannica.com/topic/nouvelle-cuisine)

08. Equipment dan Utensil

Egg Slicer
Fungsi : For slice boil egg
Material: Stainless stell
How to clean: By using chemical liguid


Ice Cream Scoop
Fungsi : Alat yang di gunakan untuk mengambil ice cream.
Material : Stainless Stell 
How to clean: Di cuci menggunakan chemical


Sauce Pan
Fungsi: Membuat sauce dan merebus sayuran.
Material: Stainless Stell
How to clean: Di cuci menggunakan chemical. 
   

07. Equipment dan Utensil

Mixer Dough
Berfungsi sebagai alat untuk mencampur bahan cake yang akan di buat
Terbuat dari stainless stell untuk bowlnya kalau yang mengunakan mesin
Cara membersihkannya mesinnya cuma dilap basah lalu dilap kering lagi kalau bowlnya dicuci mengunakan sabun dan bilas lalu dilap kering


Oval Plate 
Berfungsi sebagai menyimpan makanan yang sudah diolah dan ditata diatas oval plate 
Material chinaware
Cara membersihkannya mengunakan sabun dan di bilas dengan air bersih terus di lap kering 

Soup Cup
Berfungsi sebagai menyimpan soup dan sebagai tempat penyajian
Material Chinaware
Cara membersihkannya mengunakan sabun dan spons, bilas dan lap kering

07. Daily Report

Di praktek hari ke tiga ini, saya berserta teman-teman saya masih di suruh membuat white toast bread and basic bread. kami di suruh membagi kelompok dan 1 kelompok terdiri atas dua orang. dan mengulagi, tujuanya utnuk mengasah atau memperlancar dan pembutan basic roti.

Tasya adalah teman kelompokku yang setia, 
Walau gagal membut roti tapi saya berserta tasya  tetap 
berjuang membuat roti sampai selesai

Resep french Bread:
500 gr Flour
25   gr Yeast
10   gr Salt
300 gr Water
  Adapun cara pembuatannya, tapi sebelum itu kita bagi dua dulu resep basic breadnya pas sesudah itu kita timbang bahan tersebut, pas menimbang kita campurkan semua bahan kecuali watternya. ketika semua adonan sudah tercampur dengan airnya mulailah kita mendasting adonan tersebut sampainnya 15 menit dan sampaenya kalis. kalau sudah kalis kita memprufing adonan tersebut. ketika adonan pertama yang di prufing sudah agak mengembang kita cetak dan membuat agak memanjang dan kembali di prufing lagi ketika sudah selesai memprufing masukan adonan basic bread ke dalam oven dan tunggu sampainya agak coklatan.  
Ini adalah adonan yang lagi di prufing
Inilah hasil yang telah jadi


Resep White Toast Bread
100  gr  flour
30    gr  Sugar
10    gr  Yeast
20    gr  Salt
10    gr  Improver
30    gr  Milk powder
50    gr  Butter
600  ml Watter
  Adapun cara membuatnnya tapi sebelum itu kita bagi dua dulu resepnya. setelah sudah di bagi dua dan sudah menimbang kita campurkan semua bahan tersebut kecuali watter. cara pembuatannya hampir sama dengan basic bread. yang membedakan dua adonan tersebut yaitu dari resepnya, ketika sudah tercampur semua kita mulai dasting adonan tersebut sampainya kalis, setelah selesai kita akan memprufingnya sampai adonan tersebut mengembang setelah selesai di prufing kita masukan ke dalam oven.

Ini adonan toast bread yang lagi di prufing

Ini adonan yang toast bread yang telah jadi

Hari ini saya bersama teman kelompokku membuat french toast dan toast bread kembali, dan hari ini alhamdulilah telah jadi toast bread dan french toastnya saya dan tasya, dan hari ini kami tidak presentasi karna tidak cukup waktu untuk hari ini.

Selasa, 22 Agustus 2017

06. Daily Report

Di praktek hari ke dua ini, saya berserta teman-teman saya masih di suruh membuat white toast bread and basic bread. kami di suruh membagi kelompok dan 1 kelompok terdiri atas dua orang.
Ini teman satu kelompokq.
namanya tasya

Resep french Bread:
500 gr Flour
25   gr Yeast
10   gr Salt
300 gr Water
  Adapun cara pembuatannya, tapi sebelum itu kita bagi dua dulu resep basic breadnya pas sesudah itu kita timbang bahan tersebut, pas menimbang kita campurkan semua bahan kecuali watternya. ketika semua adonan sudah tercampur dengan airnya mulailah kita mendasting adonan tersebut sampainnya kalis. kalau sudah kalis kita memprufing adonan tersebut. ketika adonan pertama yang di prufing sudah agak mengembang kita cetak dan membuat agak memanjang dan kembali di prufing lagi ketika sudah selesai memprufing masukan adonan basic bread ke dalam oven dan tunggu sampainya agak coklatan. 

Ini french bread yang sdh jadi. 

Resep White Toast Bread
100  gr  flour
30    gr  Sugar
10    gr  Yeast
20    gr  Salt
10    gr  Improver
30    gr  Milk powder
50    gr  Butter
600  ml Watter
  Adapun cara membuatnnya tapi sebelum itu kita bagi dua dulu resepnya. setelah sudah di bagi dua dan sudah menimbang kita campurkan semua bahan tersebut kecuali watter. cara pembuatannya hampir sama dengan basic bread. yang membedakan dua adonan tersebut yaitu dari resepnya, ketika sudah tercampur semua kita mulai dasting adonan tersebut sampainya kalis, setelah selesai kita akan memprufingnya sampai adonan tersebut mengembang setelah selesai di prufing kita masukan ke dalam oven.

Ini Toast bread yang sudah jadi dan bagus hasilnya

Hari ini saya bersama teman kelompokku salah membuat french toast dan toast bread, jadi kami di hukum lari 6 putaran.

Hari ini kami juga presentasi sama cerita history pake bahasa inggris. yang presentasi hari ini sry sama cilo menjelaskan tetang apel dan coklat.

Perbedaan Coklat:

  1. Cokelat Couverture
Jenis Cokelat Couverture Colatta
Cokelat jenis couverture adalah cokelat asli yang mengandung lemak cokelat. Rasanya lebih pahit karena mengandung massa cokelat. Harganya juga lebih mahal dibandingkan dengan jenis cokelat lainnya. Cokelat ini lebih cepat lumer dimulut dan cara penyimpanan serta pengolahannya lebih sulit. Namun, rasa cokelatnya lebih enak dan memiliki rasa yang “fruity”.
  1. Cokelat Compound
Cokelat jenis compound memiliki komposisi yang hampir sama dengan cokelat jenis couverture. Namun, cocoa butternya digantikan dengan lemak nabati yang lebih murah, seperti minyak kelapa. Rasanya juga tidak sepahit cokelat couverture dan cenderung lebih manis. Cokelat Compound lebih sering digunakan untuk dekorasi karena harganya lebih murah. Cokelat Compound juga dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
Cokelat batangan ini memiliki warna cokelat pekat, rasa cokelatnya lebih kuat dan tidak mengandung susu. Cokelat ini biasa digunakan untuk resep kue dan makanan ringan lain.

Jenis Cokelat Colatta White Compound Coklat Putih Blok
Cokelat batangan ini memiliki warna cokelat dan mengandung susu tentunya. Komposisinya adalah campuran gula, kakao, cokelat cair, vanila, dan susu. Jenis cokelat ini juga menjadi favorit karena rasanya lebih enak.

Jenis Cokelat Tulip White Chocolate Compound / Cokelat Putih
Seperti namanya, cokelat ini berwarna putih. Mengandung cokelat dan cocoa butter. Cokelat ini biasa digunakan untuk menciptakan dekorasi cokelat dengan berbagai warna.
  1. Cocoa / Kakao
Jenis Cokelat Bubuk Bensdorp Cocoa Powder / Bubuk Kakao Kakao lebih dikenal dengan cokelat bubuk / cocoa powder. Cokelat ini memiliki aroma yang kuat. Kakao adalah cokelat yang terbuat dari massa kakao yang lemaknya sudah dipisahkan. Cokelat ini sangat mudah diolah dan harganya ekonomis. Cokelat ini juga mudah ditemukan seperti di warung-warung (jika diperlukan di saat genting). Kakao sering digunakan untuk campuran rasa cokelat pada resep kue dan bisa dijadikan sebagai minuman loh! Tinggal diseduh dengan air panas / diberi es batu.
 ( https://www.tokowahab.com/resep/news/jenis-cokelat/)

07. Ingredient

Alpukat    Buah alpukat atau dalam bahasa Inggris disebut avocado adalah buah yang sering diolah menjadi jus. Jus alpukat menjadi favori...